Rabu, 04 Desember 2013

Menjadi Istri Yang Baik Di Dalam Kristus

“Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.” Amsal 31:10

Tidak hanya suami yang harus bersikap baik di dalam Kristus, tetapi isteri juga memegang peranan penting dalam keharmonisan rumah tangga.Firman Tuhan mengatakan bahwa isteri yang cakap lebih berharga dibandingkan dengan permata. Permata merupakan logam yang sangat berharga, jauh lebih berharga dibandingkan dengan emas. Banyak sekali orang di dunia ini yang bangga jika mengenakan permata sebagai perhiasannya. Seorang isteri yang cakap di dalam Tuhan jauh melebihi permata yang ada di dunia ini.
Tentunya semua isteri ingin menjadi isteri yang seperti itu. Mari kita lihat beberapa hal di dalam Firman Tuhan yang dapat membantu kita sebagai isteri untuk dapat menjadi lebih baik lagi di hadapan Tuhan:


1. Tunduk Kepada Suami

Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.” Efesus 5:22,24

Alkitab tidak mengatakan: hai suami tunduklah kepada isterimu, tetapi justru sebaliknya. Merupakan suatu kewajiban bahwa isteri harus tunduk kepada suami.

Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.” Kolose 3:18

Jaman boleh berubah dengan meningkatnya status wanita menjadi setara dengan laki-laki di manapun dia berada. Sehingga wanita boleh menduduki posisi-posisi strategis baik di bidang bisnis, pekerjaan, pemerintahan dan lainnya.Tetapi dalam posisinya di rumah tangga, harus tetap disadari bahwa suami memegang otoritas pemimpin dan kepala keluarga. Bagaimanapun posisi, status dan keadaan suami, isteri harus belajar tunduk kepada suaminya.


2. Hidup Murni Di Hadapan Tuhan

Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.” 1 Petrus 3:1-2

Seorang isteri harus belajar untuk menjaga sikap dan tindakan mereka kepada suaminya. Ada sebagian suami yang memang belum dimenangkan di dalam Kristus. Bahkan mereka melakukan berbagai kejahatan di mata Tuhan.Seorang isteri harus belajar bersabar dalam menghadapi hal ini. Dia harus tetap melakukan apa yang berkenan di hadapan Tuhan dan tetap mengasihi suaminya.Sebagian besar suami yang bersikap tidak baik seperti ini tidak dapat diubahkan hanya dengan perkataan saja. Tetapi ketika suami melihat isterinya yang selalu bersikap sabar dan penuh kelembutan dalam menghadapi mereka, suatu saat sang suami akan luluh hatinya. Suami dapat dimenangkan hatinya melalui sikap dan tindakan isteri yang sabar dan taat kepada Tuhan.


3. Menjadi Penolong

TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Kejadian 2:18

Tuhan menempatkan wanita untuk menjadi penolong bagi laki-laki, bukan sebaliknya. Adalah suatu kebahagiaan bersama bagi suami dan isteri, jika suami mendapatkan kesuksesan dan ketenaran dalam pekerjaannya. Isteri sangat memegang peranan penting dalam perjalanan menuju kesuksesan tersebut.
Setiap doa, dorongan, penyertaan, kesetiaan dan kesabaran yang senantiasa diberikan kepada suaminya akan menjadi suatu pondasi yang kuat bagi suami untuk dapat meraih kesuksesan.


…dan isteri hendaklah menghormati suaminya.” Efesus 5:33b

Untuk itu apapun kondisi suami saat ini, entah sedang dalam keterpurukan ataupun dalam kejatuhan, biarlah isteri tetap dapat setia untuk mendampingi suaminya. Isteri tidak boleh mencemooh, menjelekkan atau bahkan meninggalkan suami, jika sedang dalam keadaan yang buruk.Isteri harus ingat bahwa dalam keadaan susah maupun senang, dia harus senantiasa menjadi pendamping dan penolong bagi suaminya.Biarlah isteri tetap dapat men-support suaminya jika sedang menjalani masalah dan keadaan yang tidak menyenangkan.Dengan tetap bergandengan tangan, maka ada kekuatan yang akan menyertai rumah tangga kita untuk dapat menghadapi masalah yang ada. Sehingga pada akhirnya nanti suami dan isteri dapat meraih kemenangan secara bersama-sama di hadapan Tuhan. Haleluya!




“Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya.” Amsal 12:4

“Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.” Amsal 31:30

Selasa, 03 Desember 2013

Tetap Kuat Dalam Kondisi Yang Berat

“Berbahagialah orang, yg menaruh kepercayaannya pada TUHAN, yg tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yg telah menyimpang kepada kebohongan!” Mazmur 40:5 

Menaruh kepercayaan kepada Tuhan merupakan suatu hal yang mudah dilakukan ketika kita berada dalam keadaan baik-baik saja, hampir semua kebutuhan tercukupi, dan apapun yang kita inginkan dapat dicapai dengan mudah.Tetapi berbeda halnya jika kita sedang berada dalam kesulitan. Bukan hal yang mudah bagi seseorang untuk dapat lagi berharap sepenuhnya kepada Tuhan ketika dia melihat bahwa masalah yang dihadapinya sudah sangatlah berat dan sulit diatasi. Keadaan ekonomi yang tidak kunjung baik, kondisi pekerjaan yang ada tidak seperti yang diharapkan, bisnis tidak berjalan baik, bahkan menuju kebangkrutan, keluarga sudah tidak harmonis, anak memberontak dan bermasalah, jodoh tidak kunjung datang, hutang menumpuk dan masih ada segudang masalah yang dapat membuat umat Tuhan menjadi setengah percaya kepada Tuhan. Apa yang harus dilakukan umat Tuhan pada kondisi yang berat seperti ini?

Berikut rahasianya untuk tetap kuat di dalam kondisi yang berat:
1. Tetap Percaya Tetaplah berharap kepada Tuhan. 
 Jangan tergoda dengan berbagai jalan pintas yang ditawarkan oleh dunia ini, yang justru akan menarik kita semakin jauh dari Tuhan. Ketika kita berada di luar lingkaran perlindungan Tuhan, maka segala berkat-berkatNya juga akan tertahan bagi kita. Oleh karena itu tetap berlindung dan percaya kepada Tuhan, agar kita dapat tetap menerima berkat yang telah Tuhan sediakan bagi kita. Dunia boleh berkata bahwa sudah tidak mungkin lagi ada jalan keluar bagi masalah kita. Tetapi Firman Tuhan berkata bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, dan tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Dia (Lukas 1:37, Markus 9:23. Tetaplah percaya, karena mujizat masih ada!.

2. Tetap Lakukan Yang Terbaik 
 Seringkali umat Tuhan menyerah di saat-saat yang justru menuntut kita untuk dapat melakukan yang terbaik. Ada waktu dimana Tuhan ingin melihat ketekunan kita. Ketika kita tetap melakukan yang terbaik justru di saat kita dalam kondisi tertekan, kita akan melihat kuasa Tuhan bekerja dalam hidup kita. Dia akan memberi kita kekuatan baru, Dia akan menyertai langkah kita dan Dia akan memberi kemenangan bagi kita. Jangan menyerah di saat kita harus tetap berjuang.

Ingat kisah bangsa Israel yang akan masuk ke Tanah Perjanjian? Mereka melihat bahwa bangsa yang menduduki tanah tersebut memiliki perawakan yang besar-besar seperti raksasa. Mereka merasa kecil bagaikan seekor belalang (Bilangan 13:33).

Bangsa Israel yang ketakutan melihat musuhnya dan berkata tidak mungkin mereka dapat memasuki tanah tersebut, sama sekali tidak pernah masuk ke Tanah Perjanjian.
Hanya Kaleb dan Josua yang tetap percaya bahwa mereka dapat memasuki dan merebut Tanah Perjanjian tersebut. Mereka tidak menyerah di saat segala sesuatu menjadi tidak mungkin. Dan Tuhan benar-benar memberikan hadiah atas kegigihan mereka. Dari angkatan mereka, hanya mereka berdua yang memasuki Tanah Perjanjian.
Apapun yang menjadi masalah dan kesulitan yang kita alami saat ini, jangan pernah takut dan jangan pernah membuat kita mundur. Tetap lakukan apa yang terbaik. Jika kita bekerja, tetap lakukan pekerjaan kita sesulit apapun. Jika kita berbisnis dan sedang menuju kebangkrutan, tetap jalankan bisnis kita dengan meminta hikmat dari Tuhan. Jika kita mempunyai banyak hutang, tetap lakukan apa yang dapat membuat kita mempunyai penghasilan dan bahkan mendapatkan penghasilan tambahan.
Tetap percaya kepada Tuhan, dan tetap lakukan yang terbaik, maka Dia akan menuntun jalan kita dan membawa kita kepada kemenangan. Haleluya!
.
“Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong.Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku,Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.” Mazmur 40:2-4

Jumat, 29 November 2013

Sehat – Kaya – Bahagia – mati Masuk Surga.

Sehat, kaya, bahagia, mati masuk surga ———-> ini adalah apa yang diinginkan oleh semua orang percaya kepada Tuhan. Mungkin ada orang kaya, tapi lama dalam kondisi sakit parah (tentu orang tidak mau ini). Mungkin juga ada orang sehat, tapi miskin dan menderita bahkan hingga kondisi banyak hutang dan penuh kesulitan (tentu ini pun tidak diinginkan). Mungkin juga ada orang sehat dan kaya serta berlimpah hartanya, terkenal, tetapi hidupnya tidak bahagia, ia dan hatinya hidup penuh tekanan, atau ia merasa tidak ada yang peduli, atau rumah tangganya berantakan dan tidak ada kedamaian, atau jiwanya merasa penuh ketakutan dan seringkali tidak dapat tidur nyenyak, ….., dan sebagainya. Adakah Anda berada di 3 hal tersebut pertama di atas tadi?
Adakah Anda berada di salah satu atau bahkan semua kekurangan di atas?
(semua ini baru menyangkut hal di bumi).
Namun masih ada satu lagi, yaitu mati masuk ke surga (Kerajaan Allah). Ada orang di dunia ini keadaan sehat, kaya, bahagia ……..seakan-akan telah sempurna di bumi ini, tetapi mati masuk neraka (sungguh sial dan rugi besar orang macam ini). Ada juga orang yang mengalami sakit, atau miskin, atau kurang bahagia hidup di bumi, tapi mati masuk ke surga (nah….. ini masih mendingan dan beruntung). Tetapi ada juga orang sehat jasmani dan rohani, kaya dan tidak kekurangan apapun serta hidup cukup, hatinya bahagia dan penuh kedamaian serta melayani Tuhan secara roh jiwa dan tubuh,…..DAN mati masuk ke surga.
Yang terakhir disebut di atas tentu inilah yang dirindukan oleh : semua orang yang mengasihi dan melayani Tuhan Yesus, bahkan semua orang percaya Tuhan ATAU mungkin juga ‘orang lain’ (jika tahu kebenarannya semua orang akan mengharapkan hidup kekekalan di surga).
NAMUN, mengapa banyak orang GAGAL masuk surga atau bahkan semua yang disebut pada kalimat pertama di atas ? (padahal surga dan neraka itu :nyata dan kekal)
Marilah kita renungkan contoh hidup pribadi Yusuf.
Sumber bacaan : Kejadian 50: 15-21. Matius 6 : 14 – 15. Amsal 4 : 23.
Ulasan singkat :
Kalau kita melihat apa yang dialami oleh Yusuf, bani Israel, mulai dari Kitab Kejadian pasal 37 hingga pasal 50 (pasal terahir kitab ini) maka kita mengerti lebih dalam siapa dan bagaimana Yusuf ini. Ia mendapat mimpi (lebih tepatnya visi dari TUHAN). Justru dari hal mimpi inilah maka : – ia dibeci saudara-saudaranya, dipandang rendah dan diperlakukan tidak baik oleh mereka, – ia dibuang ke sumur, – ia dijual dan dijadikan budak, – ia difitnah, – ia dipenjarakan. (secara manusia ia diperlakukan tidak adil dan menyakitkannya) Tetapi diantara hal-hal ini, ia ternyata juga mengalami disukai orang lain karena KARAKTER dan PERILAKUNYA, sehingga mengalami promosi baik di rumah Potifar bahkan hingga akhirnya menjadi penguasa yang dipercaya Firaun di Mesir. Hingga akhir hidupnya, ia meninggal dalam keadaan bahagia, sehat, kaya dan tentunya masuk surga (karena hidup sesuai dengan ketetapan Tuhan dan apa yang dijanjikan Tuhan).
Uraian menuju Rhema:
Pribadi Yusuf adalah contoh HIDUP BENAR di dalam Tuhan namun juga ia mengalami PROSES dari Tuhan. Ia tetap berpegang pada visi yang Tuhan taruh dan janjikan (seperti halnya Firman Tuhan / Alkitab yang berisikan janji-jani Tuhan). Ia tidak mau mencemarkan dirinya terhadap dosa, menjaga hidup kudus dan benar bagi Tuhan. Ia juga menjaga hati karena ia tahu apa yang ada di depan. Ia tidak mau gagal meraih apa yang dijanjikan tersebut.
Ia juga penuh pengampunan atas perlakuan orang-orang terhadap dia. Dan ternyata benar, ia sukses besar, ia berhasil dan beruntung hingga Tuhan memanggilnya ke Kerajaan surga. Semua yang dialami oleh Yusuf karena ia selalu menghargai PENYERTAAN TUHAN.
Rhema : (dari Alkitab melalui pribadi Yusuf)
1. Pegang teguh janji-janji Tuhan.
Alkitab adalah buku berisikan firman Tuhan. Ia merupakan ‘warisan’ bagi kita, yang Tuhan wahyukan melalui hamba-hambaNya yaitu para nabiNya. Untuk bisa tahu isinya, tentu orang harus membacanya dari Kitab Kejadian sampai Wahyu, terus diulangi lagi dan … terus hingga akhir hidup di dunia ini. Dengan demikian akan terjadi baik ‘pembacaan’ maupun yang terpenting yaitu ‘perenungan’ dan ‘melakukan Firman Tuhan’. (banyak orang berhasil hidupnya mulai dari sini).
Sayangnya,…..banyak orang tidak terlalu suka akan meresponi firman Tuhan tersebut dan banyak yang lebih suka atau tertarik dengan berita/informasi dari dunia baik melalui media cetak dan elektronik seperti misalnya koran, majalah, tv dan internet yang berisikan tips duniawi belaka. Lebih BAHAYA lagi, banyak orang kristen tidak suka baca (apalagi merenungkan) firman Tuhan. Bayak juga orang kristen lebih suka nonton berita, sinetron, face-book dan sebagainya tanpa ada pembahasan atau menanggapi firman Tuhan. Awas, ini suatu jebakan iblis !
Banyak juga orang kristen tergeser oleh kondisi keadaan dan memprioritaskan utamanya bukan lagi Tuhan. Bahkan bayak orang dulunya ‘Kristen’, percaya akan janji Tuhan sekarang telah murtad. Orang-orang yang seperti ini menuju kegagalan dan tanpa disadari ia sedang masuk kepada kondisi ‘sakit’ ‘miskin’ dan ‘menderita’ kalau dibiarkan terus sampai mati, maka ia GAGAL masuk ke surga alias sukses masuk ke neraka. Tanpa disadari ia sedang menjauhi Tuhan dan menuju KUTUK. Awas ! si iblis sangat cerdik menarik orang percaya (orang Kristen) sebagai targetnya. Dengan cara halus, pengaruh dunia sedikit-demi sedikit masuk melalui pikiran dan mengubah pola pikir orang percaya. Hati-hati ya……!
Yusuf, dalam keadaan apapun, di mana pun ia tetap berpegang kepada janji Tuhan. Walaupun sepertinya ia bisa saja gagal dan tidak lagi mempercayai janji Tuhan, melihat fakta secara mata jasmani yang membuatnya bukan terjadi baik atau enak menurut jasmani. Tetapi Yusuf tetap berpegang pada Janji Tuhan (dengan kata lain ia cinta akan Firman Tuhan).
Ternyata kalau kita renungkan ‘warisan’ kita yaitu Alkitab, berisikan BANYAK JANJI TUHAN : selamat, hidup kekal, kedatangan Tuhan, perlindungan, berkat, penghiburan, nasihat, peringatan akan dosa dan kutuk, …… dan sangat banyak kebaikan Tuhan yang akan dinyatakan bagi orang yang berpegang pada Firman Tuhan. Saya yakin dan banyak orang ‘KRISTEN’ berkemenangan hidupnya sehat, awet muda, panjang umur, dicukupkan dalam segala yang ia perlukan, banyak memberi namun semakin diberkati, hatinya penuh damai sejahtera, …., dan banyak menglami mujizat Allah SEMUA ini karena berpegang teguh pada Firman Tuhan.
2. Hidup penuh kasih dan pengampunan.
Mengampuni adalah salah satu ‘karakter’ ilahi yang Tuhan Yesus Kristus ajarkan kepada semua orang percaya kepadaNya. Adalah sifat umum manusia (yang telah tercemar dan mewarisi dosa ini) mudah tersinggung dan sakit hati. Banyak orang menamakan diri kristen tetapi masih memegang kuat harga diri, memandang dirinya lebih hebat dan mau dihormati saja tanpa mau menghargai orang lain. Tidak terkecuali, bahkan di dunia organisasi gereja sekalipun. Ada kesaksian tentang surga dan neraka, bahwa banyak orang ‘Kristen’ juga masuk neraka. Mereka pikir akan masuk ke surga (dan seharusnya juga masuk surga dimana Tuhan Yesus sebagai Raja Surgawi) tetapi kenyataannya GAGAL dan berakhir di neraka. Banyak di neraka orang yang di bumi dahulu sebagai Kristen TAPI karena TIDAK MAU MENGAMPUNI maka ia behakhir di neraka. DAN banyak diantaranya juga para pendeta dan hamba-hamba Tuhan lainnya. (Mat 6 : 14-15).
Sebenarnya, Yusuf pun punya alasan untuk balas dendam kepada semua saudaranya yang telah menganiaya dia dahulu, dan saat yang paling tepat yaitu ketika ayahnya (Yakub) telah mati. Tetapi ia tidak mau lakukan itu, karena KARAKTER ilahi ada sejak ia DIPROSES dan DIBENTUK TUHAN melalui penderitaan sebelumnya. Ia selalu menyerahkan kepada Tuhan dan berpegang teguh atas janji TUHAN MENYERTAInya.
Saya yakin SEMUA orang ‘Kristen’ yang taat, akan mengalami proses pembentukan karakter dalam kasus-kasus yang berbeda. Terkadang ia harus rela : dirugikan, disakiti, dicuri, diinjak, ….. dan sebagainya. Ingat ..! ini memang berat, ….. seperti halnya PIKUL SALIB. Tapi, selama ia berpegang teguh pada firmanNya dan penuh kasih dan pengampunan, maka TUHAN SELALU memberi pertologan. Ada jalan keluar bagi orang yang mau pikul salib. Lihat nantikan pertolongan dan mujizatnya. Sesungguhnya tanpa kita sadari, ketika kita melepaskan pengampunan dan mengucap syukur serta memberkati orang yang menganiaya kita, kita sedang menuju NAIK LEVEL di mataNya dan Tuhan perhitungkan sebagai HIDUP YANG BERKELIMPAHAN.
3. Jaga hati.
Jaga Hati adalah awal dari pergerakan atau langkah setiap orang yang mau menuju sukses. Ini erat kaitannya dengan ‘karakter’ – penguasaan diri. Dari hati ini, maka orang akan bertindak : hati-hati, mawas diri, perhatikan lingkungan dan pendangan ke depan. Hati merupakan pusat atau sumber inisiatif dan tindakan. Banyak juga orang NGACO alias ngawur, emosi kasar, tidak berpikir panjang, iri, benci, menipu, …, dan sebagainya karena dari awal, hatinya jahat. Dari buahnya di kemudian, maka hidup seseorang akan ditentukan dari hati ini. Baik hidupnya benar atau keliru, berhasil atau gagal, baik atau rusak/hancur dan sebagainya, ditentukan dari hal menjaga hati ini. (lihat Amsal 4: 23). “jagalah hatimu karena dari situlah TERPANCAR KEHIDUPAN
Yusuf, selalu menjaga hatinya, ia penuh dengan sikap penguasaan diri. Karakter ini nampak jelas ketika digoda untuk berhubungan sex dengan isteri Potifar. Ia menjaga hatinya dan menjaga hidupnya kudus. Ia tahu, apa akibat KE DEPAN kalau ia gagal dalam hal ini, maka hidupnya HANCUR. Puji Tuhan Yusuf berhasil dalam menjaga hati, tidak emosional dan tergiur dengan hal itu, tapi akibatnya ia difitnah dan dipenjarakan.
(saya pribadi, penulis ini, teringat ketika awal bekerja di pengeboran di Kalimantan pada 1994-1995 dengan posisi saya sebagai site engineer, banyak teman-teman mengajak saya ke lokalisasi pelacuran, ke diskotik terutama akhir pekan, tapi saya tetap menolaknya dan resikonya saya dikucilkan, dinilai aneh, … dan sebagainya. (ini peperangan rohani bagi saya) Bahkan karena saya tidak merokok pun, saya diejek oleh anak buah, supervisor pemboran : ‘laki-laki tidak merokok ibarat sepeda motor tak bermesin’, saya tidak disukai mereka. Disitulah saya merasa banyak tekanan.
Ketika saya di Amerika bekerja 2003-2008, juga menjumpai hal yang sama yaitu teman-teman mengajak untuk berzinah dengan bujukan iblis melalui teman yang berkata : ‘isteri di rumah tidak tahu’ ‘hayolah coba, ada banyak bangsa di sini dan cantik-cantik dan sebagainya’. Sering mereka mengajak dan berujung selalu resiko dibenci. Saya tolak ajakan mereka itu dan kutuki perbuatan itu karena akan berefek kehancuran rumah tangga di kemudian. Saya bukan takut isteri saya tapi saya TAKUT kepada TUHAN yang memandang dari surga yang kudus.)
Setiap orang yang menjaga hati, pasti hidupnya cerah. Hati yang didasari iman dan pengharapan akan hidup ke depan, TERNYATA BENAR-BENAR Tuhan bela – (pada waktunya). Mungkin ia harus mengalami siksaan, hinaan, ejekan dan sebagainya…..itu semua proses akan ujian kesetiaan. Dan puji Tuhan saya banyak melihat orang benar-benar ‘Kristen’ menjaga hati dan hidupnya BAHAGIA dan sejahtera.
Jaga hati juga membentuk karakter ‘kesetiaan’ dan ‘ketekunan’. Tapi,….. iblis tidak tinggal diam. si iblis akan selalu menyerang dari berbagai sisi mencari celah supaya ia dapat menghancurkan. Puji Tuhan Kita memiliki Tuhan Yesus yang pernah merasakan hidup sebagai manusia 100%. Ia telah taat dan mati di kayu salib darahNya tercurah bagi orang yang percaya kepadaNya, tapi hari ke-3 ia bangkit (bukti ia hidup, dan menang atas kuasa maut dan si iblis ditelanjangi dipermalukan olenNya) dan Ia setelah beberapa kali menampakkan diriNya kepada murid-muridNya naik ke Surga. Ia akan datang lagi untuk menjemput semua orang-orang kudusnya (yaitu kualitas mempelaiNya) untuk diangkat ‘rapture atau pengangkatan’. (dan saya yakin sebentar lagi ia kana datang, mungkin dalam hitungan waktu yang sangat singkat ini, karena sekarang ini KEBOBROKAN MORAL di dunia sudah lebih parah dari Sodom dan Gomora di zaman lama. Saya melihat ini sejak di Amerika dan terbukti bahwa sekarang baik pernikahan sejenis, narkoba sudah legal di beberapa negara, tanda-tanda anti Kristus telah nyata).
4. Hidup setia dan dalam keintiman selalu dengan TUHAN.
Doa, pujian dan penyembahan serta perenungan Firman Tuhan seharusnya menjadi ‘gaya hidup’ orang percaya kepada Tuhan Yesus. Harus ada ‘KEDISIPLINAN ROHANI’ yaitu sisihkan waktu SETIAP HARI : baca dan renungkan Firman Tuhan, doa, memuji Tuhan baik secara pribadi di saat khusus atau pun dalam kondisi apa pun.
Tidak jarang orang kristen mau makan misalnya (baik di rumah atau tempat-tempat umum), tidak didahului dengan berdoa. Mereka malu untuk berdoa makan di tempat umum. Ini contoh sederhana orang yang GAGAL. Padahal justru dari sini menunjukkan identitasnya. Tetapi, orang ‘Kristen’ yang berkemenangan pasti NAMPAK dari POLA HIDUPnya sebagai orang yang intim bersama Tuhan dan berjaga-jaga (orang-orang seperti ini : bakal berhasil dan sukses dalam hidupnya karena dalam PENYERTAAN TUHAN).
Orang yang menjauhi Tuhan, ia jadi milik iblis. Iblis hanya punya : tipu daya. Iblis hanya bisa mencuri. Pekerjaan iblis hanya menipu dan menyeret orang-orang di bumi untuk jadi temannya di NERAKA nanti. Emas dan perak itu semua kepunyaan Tuhan, Surga itu juga milik Tuhan, mujizat juga dari Tuhan. Tuhan berkuasa memberi berkat. Kesehatan itu dari Tuhan,……apalagi kalau kita menjadi milik Tuhan ?, apa yang sanggup Tuhan berikan kepada yang hidup bergaul intim dengan Dia : sehat, kaya, bahagia, surga ? Itu pasti !!! (karena itu mari kita bergaul erat dengan Tuhan dan saya berdoa untuk Anda supaya SUKSES SELALU ya…!)
Dari pembahasan singkat di atas, kiranya Roh Kudus memberi pemahaman kepada kita tentang arti yang benar : apa itu sehat, kaya, bahagia dan akhirnya masuk surga (Kerajaan Allah). Dalam hal masuk surga PUN TERNYATA ADA PERBEDAAN : ada yang dapat mahkota kemuliaan dan ada yang tidak, ada yang punya banyak mahkota ada yang sedikit, ada yang ‘rumah’ nya besar bagus indah dan ada yang biasa atau setengah jadi, dan ada juga yang sekedar masuk surga seperti diselamatkan dari api (ini masih mending daripada di neraka). Ayo, bertobatlah dari sekarang dan layanilah Tuhan Yesus Kristus, jangan tunggu ajal menjemputmu dan tidak ada kesempatan bertobat.
Kiranya ini memberkati Anda. Jesus Christ Bless you.

Kamis, 28 November 2013

Don't Tell Me Stories

Hello darling,
I see you're not coming home tonight. Well, what am I supposed to say. Yes, I know the reason good bye

Don't tell me stories
You know that I love you
And when you lie to me
I hear it in your voices
Do you remember
The times we share together
Don't let it be over
Don't hurt of again

You are my love
You're all I've got
My all, my everything
We cannot depart

When you are gone and I'm alone
I wonder what went wrong with our love
I can't forget all the love we shared

Don't tell me stories
You know that I love you
And when you lie to me
I hear it in your voices
Do you remember
The times we share together
Don't let it be over
Don't hurt of again

May be it's not right to call you now
But I can't stand it anymore
I want to tell you so many things
Please, please pick up the phone

When you are gone and I'm alone
I wonder what went wrong with our love
I can't forget all the love we shared

Rabu, 15 Mei 2013

Kisah Perjuangan Cinta Seorang Istri’

Cerita yang mengharukan dan dapat memotivasi para suami dan juga para istri maupun calon suami istri.Saya yakin sahabat nanti pasti akan menyesal dan terpaksa membaca ulang dari awal jika melewatkan satu kalimat saja dalam kisah ini.

Suatu hari di sebuah rumah mewah di pinggiran desa,ada sepasang suami istri, Rudi dan sang istri bernama yuli. Rudi adalah anak tunggal keturunan orang terpandang di desa itu, sedangkan Yuli adalah anak orang biasa.Namun kedua orang tua Rudi,sangat menyayangi menantu satu-satunya itu. Karena selain rajin,patuh dan taat beribadah,Yuli juga sudah tidak punya saudara dan orang tua lagi. Karna meninggal saat ia masih kecil. Orang memandang,mereka adalah pasangan yg sangat harmonis. Para tetangganya pun tahu bagaimana mereka dulu merintis usaha dari kecil untuk mencapai kehidupan mapan seperti sekarang ini. Sayangnya,pasangan itu belum lengkap.

Dalam kurun waktu sepuluh tahun usia pernikahannya,mereka belum juga dikaruniai seorang anak .Akibatnya Rudi putus asa hingga walau masih sangat cinta, dia berniat untuk menceraikan sang istri, yg dianggap tidak mampu memberikan keturunan sebagai penerus generasi.Setelah melalui perdebatan, dengan sedih dan duka yg mendalam,akhirnya Yuli pun menyerah pada keputusan suaminya untuk tetap bercerai.

Sambil menahan perasaan yg tidak menentu,suami istri itupun menyampaikan rencana perceraian tersebut kepada orang tuanya. Orang tuanya pun menentang keras,sangat tidak setuju,tapi tampaknya keputusan Rudi sudah bulat.Dia tetap akan menceraikan Yuli.

Setelah berdebat cukup lama,akhirnya dengan berat hati kedua orang tua itu menyetujui perceraian tersebut dengan satu syarat,yaitu agar perceraian itu juga diselenggarakan dalam sebuah pesta yg sama besar seperti besarnya pesta saat mereka menikah dulu. Karena tak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, maka persyaratan itu pun disetujui.

Beberapa hari kemudian,pesta diselenggarakan.Saya berani sumpah bahwa itu adalah sebuah pesta yg sangat tidak membahagiakan bagi siapapun yg hadir.Pak Rudi nampak tertekan,stres dan terus menenggak minuman beralkohol sampai mabuk dan sempoyongan.Sementara Yuli tampak terus melamun dan sesekali mengusap air mata di pipinya.Di sela mabuknya itu tiba-tiba Rudi berdiri tegap dan berkata lantang,

“Istriku,saat kamu pergi nanti… ambil saja dan bawalah serta semua barang berharga atau apapun itu yg kamu suka dan kamu sayangi..!”Setelah berkata demikian,tak lama kemudian ia semakin mabuk dan akhirnya tak sadarkan diri.

Keesokan harinya,seusai pesta,Rudi terbangun dengan kepala yg masih berdenyut-denyut berat.Dia merasa asing dengan keadaan disekelilingnya, tak banyak yg dikenalnya kecuali satu.Yuli istrinya,yg masih sangat ia cintai,sosok yg selama bertahun-tahun ini menemani hidupnya.

Maka,dia pun lalu bertanya,”Ada dimana aku..? Sepertinya ini bukan kamar kita..? Apakah aku masih mabuk dan bermimpi..? Tolong jelaskan…”

Yuli pun lalu menatap suaminya penuh cinta,dan dengan mata berkaca dia menjawab,”Suamiku… ini dirumah peninggalan orang tuaku, dan orang-orang ini para tetangga.Kemaren kamu bilang di depan semua orang bahwa aku boleh membawa apa saja yg aku mau dan aku sayangi. Dan perlu kamu tahu,di dunia ini tidak ada satu barangpun yg berharga dan aku cintai dengan sepenuh hati kecuali kamu. Karena itulah kamu sekarang kubawa serta kemanapun aku pergi…!”

Dengan perasaan terkejut setelah tertegun sejenak dan sesaat tersadar, Rudi lalu bangun dan kemudian memeluk istrinya erat dan cukup lama sambil terdiam.Yuli hanya bisa pasrah tanpa mampu membalas pelukannya.Ia biarkan kedua tangannya tetap lemas,lurus sejajar dengan tubuh kurusnya.

“Maafkan aku istriku,aku sungguh bodoh dan tidak menyadari bahwa ternyata sebegitu dalamnya cintamu buat aku.Sehingga walau aku telah menyakitimu dan berniat menceraikanmu sekalipun, kamu masih tetap mau membawa serta diriku bersamamu dalam keadaan apapun…”

Kedua suami istri itupun akhirnya ikhlas berpelukan dan saling bertangisan melampiaskan penyesalannya masing-masing. Mereka akhirnya mengikat janji (lagi) berdua untuk tetap saling mencintai hingga ajal memisahkannya..

Ketahuilah sahabat, bahwa tujuan utama dalam pernikahan bukanlah hanya untuk mendapatkan keturunan, memang diakui keturunan sangatlah di harapkan dalam pernikahan,tapi masih banyak hal-hal yang perlu di selami dalam hidup berumah tangga.

Untuk itu kita perlu meluruskan kembali tujuan kita dalam menikah,yaitu peneguhan janji sepasang suami istri untuk saling mencintai,saling menjaga baik dalam keadaan suka maupun duka.Melalui kesadaran tersebut,apapun kondisi rumah tangga yang kita jalani akan menemukan suatu solusi.Sebab proses menemukan solusi dengan berlandaskan kasih sayang ketika menghadapi sebuah masalah,sebenarnya merupakan salah satu kunci keharmonisan rumah tangga kita.’’

“Harta dalam rumah tangga itu bukanlah terletak dari banyaknya tumpukan materi yg dimiliki,namun dari rasa kasih sayang dan cinta pasangan suami istri yg terdapat dalam keluarga tersebut.Maka jagalah harta keluarga yg sangat berharga itu..!”

Jika Waktu Ayah Bisa Dibeli


Ada seorang ayah setelah pulang dari kantor hari sudah larut malam, dengan perasaan sangat lelah dan kesal sekali dia masuk ke dalam rumah, dia menemukan anaknya yang baru berusia lima tahun duduk bersandar di atas kursi sedang menunggunya.

“Ayah, apakah saya boleh mengajukan satu pertanyaan?” tanya anak itu penuh harap.

“Tentu saja boleh, apa yang ingin kau tanyakan?” balas sang ayah.

“Mmm…..Berapa upah ayah bekerja setiap jamnya?”

“Wah, masalah seperti ini tidak perlu dipertanyakan. Mengapa tiba-tiba menanyakan hal ini?” Ayahnya menjawab dengan nada sedikit gusar.

“Ayah, saya hanya ingin mengetahui, berapa upah Ayah per jam? Tolong beritahu saya…”

Dengan nada suara yang agak gemetaran anak tersebut memohon dengan sangat.

“Baiklah! Kalau kamu merasa harus mengetahuinya, upah ayah setiap jamnya lima puluh ribu rupiah.”

“Uhh….” Anak kecil tersebut menundukkan kepala dan berpikir sejenak, kemudian melanjutkan berkata, “Ayah, bolehkah saya meminjam uang sebesar lima puluh ribu rupiah?”

Kesabaran ayah anak itu telah habis, dengan nada keras dia menegur, “Jika kamu menanyakan persoalan ini hanya ingin meminjam uang untuk membeli mainan atau benda lain yang sama sekali tidak ada gunanya itu, maka sebaiknya kamu sekarang segera kembali ke kamar! Coba pikirkan mengapa kamu hanya mementingkan diri sendiri. Ayah setiap hari bekerja lembur dengan susah payah untuk memberikan nafkah kepada kalian, tidak ada waktu yang berlebihan untuk permainan semacam ini!”

Akhirnya dengan tertunduk lesu anak tersebut masuk ke dalam kamar tidurnya dan menutup pintu kamar.

Setelah duduk di atas kursi, si Ayah memikirkan kembali pertanyaan anaknya, semakin dipikir semakin menjadi jengkel.

“Beraninya dia menanyakan hal tersebut hanya demi meminjam uang?” Dalam hati ayah tersebut terus berpikir.

Namun lewat satu jam kemudian, pada akhirnya si Ayah bisa menenangkan diri. Dia mulai berpikir, “Mungkin sikap saya terlalu keras terhadap anak itu, atau mungkin dia seharusnya menggunakan uang lima puluh ribu tersebut untuk membelikan barang yang benar-benar dia inginkan, agar tidak sering-sering lagi minta uang kepadaku.”

Karena itu sang ayah pergi ke kamar anaknya dan mengetuk pintu kamar sambil bertanya, “Anakku, apakah kamu sudah tidur?”

“Belum, Ayah. Saya masih terjaga……” sahut anak itu lirih.

“Ayah baru saja berpikir, mungkin ayah terlalu keras terhadapmu….” Ayah tersebut melanjutkan berkata, “Maafkan Ayah yang telah meluapkan kekesalan dalam hati! Ini Ayah berikan uang yang kau kehendaki……” kata si Ayah sambil menyodorkan uang itu pada anaknya.

Dengan tersenyum simpul anak tersebut duduk di atas ranjang sambil berteriak girang, “Terima kasih ayah!”. Anak itu lalu mengeluarkan uang kertas yang sudah lusuh serta uang receh dari bawah bantalnya.

Si Ayah yang melihat anaknya telah memiliki uang sebesar itu, dan masih juga meminta uang kepadanya, hampir membuat kejengkelannya meluap lagi.

Dengan hati-hati anak itu menghitung uangnya, “Seribu, sepuluh ribu, dua puluh lima ribu, empat puluh ribu…… lima puluh ribu……” gumamnya menghitung uang receh yang dia miliki. Ketika genap seratus ribu, dengan mata berbinar dia memandang ke ayahnya.

Baru saja ingin mengatakan sesuatu, si Ayah sudah tidak bisa menahan kejengkelannya, dengan nada gusar dia bertanya, “Kamu telah mempunyai uang sebanyak itu, mengapa masih juga meminta lagi?”

“Karena…uang saya…….tak mencukupi….tetapi…. tapi….. sekarang sudah mencukupi…..”

Dengan terbata-bata anak tersebut melanjutkan perkataannya, “Ayah, sekarang saya sudah mempunyai uang sebanyak seratus ribu, bolehkah saya membeli waktu Ayah selama dua jam? Karena besok saya sangat ingin sekali makan malam bersama ayah……”

Mata jernih anak tersebut berlinangan air mata, sedangkan di dalam hati sang ayah penuh dengan penyesalan……

MENDURHAKAI ANAK

Tahukah Anda bahwa Anda dapat mendurhakai anak sebelum anak mendurhakai Anda? Terdapat 3 hak anak yang harus seorang Ayah penuhi, yakni;
1. Memilih Ibunya
Anak harus mendapatkan hak untuk mendapat ibu yang baik. Hati-hati bagi Anda yg memilih istri hanya dari kecantikan fisik semata. Anda harus memastikan bahwa istri Anda nantinya cukup mampu untuk mendidik dan mengurus anak. Bila anak terbengkalai, Anda telah mendurhakainya karena sebelumnya telah memilih Ibu yg salah untuknya.
2. Mempunyai Nama yg Baik
Kalau Romeo mengatakan "Apalah arti sebuah nama?" dia salah. Karena nama dapat sangat mempengaruhi kehidupan seseorang. Nama yg baik dan indah membuat pemiliknya merasa percaya diri dan memiliki arti dalam hidupnya.
3. Mengajarkan Agama
Anak yang tumbuh dalam suasana keluarga religius akan berperilaku baik dan tumbuh dalam prestasi yg positif. Anak akan menyayangi lingkungannya maupun dicintai oleh lingkungannya

Kita -para bapak- seharusnya banyak bercermin. Anda pun tidak berbuat baik kepadanya sebelum dia berbuat buruk kepada Anda. Sebelum kita mengeluhkan anak-anak kita, selayaknya kita bertanya apakah telah memenuhi hak-hak mereka. Jangan-jangan kita marah kepada mereka, padahal kitalah yang sesungguhnya berbuat durhaka kepada anak kita. Jangan-jangan kita mengeluhkan kenakalan mereka, padahal kitalah yang kurang memiliki kelapangan jiwa dalam mendidik dan membesarkan mereka.

Kita sering berbicara kenakalan anak, tapi lupa memeriksa apakah sebagai orangtua kita tidak melakukan kenakalan yang lebih besar. Kita sering bertanya bagaimana menghadapi anak, mendiamkan mereka saat berisik dan membuat mereka menuruti apa pun yang kita inginkan, meskipun kita menyebutnya dengan kata taat. Tetapi sebagai orangtua, kita sering lupa bertanya apakah kita telah memiliki cukup kelayakan untuk ditaati. Kita ingin mereka mengerti keinginan orangtua, tapi tanpa mau berusaha memahami pikiran anak, kehendak anak dan jiwa anak.

Pendidikan yang kita jalankan pada mereka hanyalah untuk memuaskan diri kita, atau sekedar membebaskan kita dari kesumpekan lantaran dari awal sudah merasa repot dengan kehadiran mereka. Bahkan, ada orangtua yang telah merasa demikian repotnya menghadapi anak, ketika anak itu sendiri belum lahir.

Terkadang orangtua sudah lama merindukan anak. Tetapi ia memiliki gambaran sendiri tentang anak seperti apa yang harus lahir melalui rahimnya, sehingga ia kehilangan perasaan yang tulus saat Allah benar-benar mengaruniakan anak.Terlebih ketika yang lahir, tidak sesuai harapan. Orangtua yang sudah terlalu panjang angan-angannya, bisa melakukan penolakan psikis terhadap anak kandungnya sendiri. Atau memperlakukan anak itu agar sesuai dengan harapannya.

Inginnya anak perempuan, yang lahir laki-laki. Maka anak itupun diperlakukan seperti perempuan, sehingga ia berkembang sebagai bencong. Atau sebaliknya, anak itu menjadi bulan-bulanan kekesalan orangtua, bahkan ketika anaknya sudah memiliki anak. Ketika anaknya sudah menjadi orangtua.

Kejadian semacam ini tidak hanya sekali terjadi di dunia. Karena yang lahir tidak sesuai harapan, kadang anak akhirnya menjadi tempat menimpakan kesalahan. Apapun yang terjadi, anak inilah yang menjadi kambing hitam. Setiap ada yang salah, anak inilah yang harus ikut menanggung kesalahan. Atau bahkan dia yang harus memikul seluruh kesalahan, meskipun bukan dia penyebabnya. Terkadang bentuknya tidak sampai seburuk itu, tetapi akibatnya tetap saja buruk. Anak merasa tertolak. Ia tidak kerasan di rumah, meskipun rumahnya menawarkan kemegahan dan kesempurnaan fasilitas. Ia merasa seperti tamu asing di rumahnya sendiri.

Saya teringat dengan cerita seorang kawan yang mengurusi anak-anak jalanan. Suatu ketika ia menemukan seorang anak yang babak belur mukanya dihajar sesama anak jalanan karena berebut lahan di sebuah stasiun. Wajahnya sudah nyaris tak berbentuk. Anak ini kemudian ia selamatkan. Ia rawat dengan baik dan penuh kasih-sayang. Setelah kondisi fisiknya pulih dan emosinya pun sudah cukup baik, ia tawarkan kepada anak itu dua pilihan; dipulangkan ke rumah orangtua atau dikirim ke sebuah lembaga pendidikan. Seperti anak-anak lain di muka bumi, selalu ada perasaan rindu pada orangtua. Maka ia mengajukan pilihan dipulangkan ke rumah orangtua.

Staf dari kawan saya ini kemudian berangkat mengantarkan pulang ke sebuah kota di Jawa Tengah. Nyaris tak percaya, orangtua anak itu ternyata memiliki kedudukan yang cukup terhormat. Bapaknya seorang jaksa dan ibunya seorang kepala sekolah sebuah SMP. Rumahnya? Jangan tanya. Mereka sangat kaya. Cuma satu yang mereka tidak punya: "perasaan"

Melihat anaknya yang sudah dua tahun meninggalkan rumah, tak ada airmata haru yang menyambutnya. Justru perkataan yang sangat tidak bersahabat, “Ngapain kamu pulang?”. Melihat sambutan yang sangat tidak bersahabat ini, staf teman saya segera mengajak anak itu kembali ke Jogja.

Tak ada airmata yang melepas. Tak ada rasa kehilangan dari orangtua saat anak itu kembali meninggalkan rumah. Yang ada hanyalah perasaan yang remuk pada diri anak.

Di saat ia ingin dididik oleh orangtua yang menjadi pendidik di SMP, yang ia dapatkan justru sikap sangat kasar. Benar-benar perlakuan yang sangat kasar, menyakitkan dan menghancurkan perasaan. Jangankan anak yang masih usia SD itu, pengantarnya yang sudah dewasa pun merasakannya sebagai penghinaan luar biasa. Penghinaan tanpa perasaan, tanpa nurani dan tanpa kekhawatiran akan beratnya tanggung-jawab di yaumil-akhir. Karena itu, tak ada pilihan yang lebih baik kecuali menyingkirkan si anak dari orangtuanya yang durhaka.

Kisah anak jalanan ini hanyalah satu di antara sekian banyak kedurhakaan orangtua pada anak. Tak sedikit anak jalanan yang lari dari rumah dan lebih memilih kolong jembatan sebagai tempat tinggal, padahal orangtuanya memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan kekayaan yang besar. Seorang anak jalanan yang sudah direhabilitasi, orangtuanya ternyata anggota dewan sebuah daerah.

Apa yang terjadi sesungguhnya? Banyak hal, tetapi semuanya bermuara pada hilangnya kesadaran bahwa anak-anak itu tidak hanya perlu dibesarkan, tetapi harus kita pertanggungjawabkan ke hadapan Allah. Hilangnya kesabaran menghadapi anak, kadang karena kita lupa bahwa di antara keutamaan menikah adalah menjadikannya sebagai sebab untuk memperoleh keturunan. Kita membatasi berapa anak yang harus kita lahirkan demi alasan kesejahteraan dan kemakmuran, sembari tanpa sadar kita melemahkan kesabaran dan kegembiraan kita menghadapi anak-anak.

Dulu, sebagian orangtua kita bekerja sambil memikirkan nasib anak-anak kelak setelah ia mati: masih samakah imannya? Sekarang banyak orangtua mendekap anaknya, tetapi pikirannya diliputi kecemasan jangan-jangan satu peluang karier terlepas akibat kesibukan mengurusi anak. Dulu orangtua meratakan keningnya untuk mendo’akan anak. Sekarang banyak orangtua meminta anak berdo’a untuk kesuksesan karier orangtuanya.

Anak adalah titipan Tuhan yg dapat membela kita (orangtua) di akhirat kelak. Jangan sampai anak dikorbankan untuk kepentingan dunia.
Silakan like dan share agar kita semua menjadi keluarga yg penuh cinta kasih